Sunday, November 17, 2013

Kecelakaan Lallu Lintas

adalah kejadian di mana sebuah kendaraan bermotor tabrakan dengan benda lain dan menyebabkan kerusakan. Kadang kecelakaan ini dapat mengakibatkan luka-luka atau kematian manusia atau binatang. Kecelakaan lalu-lintas menelan korban jiwa sekitar 1,2 juta manusia setiap tahun menurut WHO
jalan rusak
Faktor yang mempengaruhi kecelakaan

Ada tiga faktor utama yang menyebabkan kecelakaan terjadikanya, yang pertama adalah faktor manusia, baik kendaraan dan faktor terakhir adalah faktor jalan. Kombinasi dari tiga faktor yang bisa saja terjadi, orang dengan seperti kendaraan yang berjalan di atas ditetapkan batas kecepatan dan blow-out yang mengakibatkan kecelakaan kendaraan. Selain itu, ada faktor lingkungan, cuaca juga dapat berkontribusi terhadap kecelakaan.

Faktor Manusia
Faktor manusia merupakan faktor yang paling dominan dalam kecelakaan. Hampir semua kecelakaan diawali dengan pelanggaran rambu lalu lintas. Pelanggaran dapat terjadi karena penyalahgunaan yang disengaja, ketidaktahuan tentang makna aturan atau tidak melihat ketentuan yang berlaku atau berpura-pura tidak tahu.

Faktor Kendaraan
Faktor kendaraan adalah yang paling umum adalah ban pecah, rem tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga fraktur kelelahan logam kendaraan, yang sudah aus tidak diganti peralatan dan penyebab lainnya. Semua faktor ini sangat terkait dengan tehnologi kendaraan yang digunakan, perawatan dibuat untuk kendaraan.

Untuk mengurangi resiko karena faktor kendaraan maka pemeliharaan kendaraan dan perbaikan kendaraan diperlukan, di samping kewajiban untuk melakukan pengujian kendaraan bermotor secara teratur.

Faktor Jalan
Faktor yang terkait geometrik jalan, pagar keselamatan di daerah pegunungan, rata tidaknya kondisi permukaan jalan, visibilitas dan marka. Jalan yang rusak/jalan berlubang sangat berbahaya, terutama bagi pengguna sepeda motor.

Faktor Lingkungan
Hari hujan juga mempengaruhi kinerja kendaraan seperti jarak pengereman menjadi lebih jauh, jalan menjadi lebih licin, jarak pandang juga terpengaruh karena penghapusan kaca tidak bisa bekerja sempurna atau hujan, mengakibatkan jarak pandang yang pendek. Asap dan kabut juga bisa mengganggu jarak pandang, terutama daerah pegunungan.